Tentang Kerja # 03

By 8:45 PM

Oleh : Agung Bawantara

http://wwwmatheweldian.blogspot.com
Karena hanya benih kau punya, bertanamlah di lahan di mana pemiliknya mengijinkan benih itu berkembang baik. Rawat dan siangilah sepenuh hati. Tak perlu menunggu punya lahan sendiri, nanti benih-benih itu keburu menua dan kering seiring mengendornya otot-otot kreativitasmu.

Kau tahu, jika berada di pusat pusaran, serambut saja kau bergerak akan mengguncang dan meretakkan gunung-gunung di sisi terluar. Maka, andaikan dirimu inti kehidupan (itu yang selalu kau idamkan), sedetik saja kau tunda niat baikmu, maka setelah beribu-ribu tahun barulah orang-orang di tepi lingkar semesta merasai manfaatnya.  Jadi, segerakan tanam benih baik itu. Agar segera pula keindahannya menyentuh jiwa-jiwa, dan memuliakannya.

Benar, tak setiap tanah ramah terhadap kedatangan. Seperti remaja, mereka memilih-milih jodoh yang sesuai seleranya. Maka selalulah alirkan cinta ke pusat benihmu. Alirkan pula ke tanah-tanah di sekitarnya. Humuskan segera segala kebencian, dendam dan kekenesan dengan hati pemaafmu. Jika telah terpilin oleh waktu, mereka pun pasti menyatu.

Jangan lupa, nafsu-nafsu liar berkeliaran di setiap padang. Mereka bisa memangsa apa saja kerna terlalu memanjakan rasa lapar dan dahaga. Rengekan keduanya membuat mereka tak pernah jenak. Jelalatan tak berkesudahan.  Mengintai sepanjang waktu. Mencaplok begitu mungkin.  Maka pagari benihmu.  Dengan apa saja. Konon yang teraman adalah dengan kayu-kayu doa yang telah kau baluri dengan cairan kepasrahan yang terbening.

Setelah jadi pohon tanggung, bisanya ulat-ulat kekenesan berbondong datang. Mereka menggelitik  sepanjang batang dan mengakibatkan borok di pokok. Mintalah pertolongan angin  untuk menghalaunya. Agar angin datang, bacalah mantra-mantra. Mantra apa saja. Yang pasti, isinya penyerahan diri. 

Kelak, ketika benihmu tumbuh menjadi pohon rindang yang buah dan keteduhannya menyenangkan banyak orang, bisa jadi pemilik lahan akan mengatakan bahwa dirinyalah pemilik sepenuhnya semua yang tumbuh di situ. Berikut sejarahnya! Tak apa. Biarkan saja. Toh, seluruh lahan milik Semesta Raya. Dan, tulus hati membuatmu berada di intinya.

Anda Perlu Membaca Tulisan Ini

0 comments